Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Kemerdekaan Indonesia merupakan hal yang paling bersejarah dalam setiap insan yang ingin mewujudkan kemerdekaan dalam bernegara. Pembuktian cinta tanah air dapat diwujudkan dalam berbagai cara, salah satunya adalah bela negara. Begitu pun dalam diri kita akan tumbuh rasa cinta tanah air juga, dalam bentuk memelihara harkat martabat bangsa, melindungi bangsa dalam ancaman negara luar. Mengapa kita perlu memiliki rasa cinta terhadap tanah air, karena kita harus menghormati perjuangan para pahlawan dalam merebut bangsa Indonesia dari dalam menghadapi penjajah sangatlah susah, maka dari itu kita sebagai penerus bangsa sepatutnya untuk mengahargai perjuangan tersebut dengan melakukan tindakan yang melambangakn cinta tanah air. Rasa cinta tanah air dapat ditunjukan denganMenjaga nama baik negaraMelindungi negara dari ancaman luarMenjalankan peraturan, tata tertib, dan sanksi yang ditetapkanMemegang nilai-nilai moral pada Pancasila sebagai dasar negaraMenjunjung tinggi rasa peduli terhadap sesameTidak melakukan tindakan yang merugikan negaraBerikut merupakan salah satu bentuk cinta tanah air menurut pendapat saya. Kita sebagai rakyat Indonesia harus bangga memiliki tanah air Indonesia. Penduduk yang sangat besar disertai suku, kekayaan alam dan budaya yang beranekaragam dapat menjadi cermin bahwa tanah air kita merupakan tempat yang sangat baik. Bela negara mencermikan rakyat yang memiliki rasa cinta kepada negara dan didasarkan oleh perundang-undangan. Terdapat berbagai macam contoh bela negara yang dapat dilakukan sepertiMelestarikan budaya yang adaSaling menghargai sesama pelajarMencintai produk produk dalam negeri Republik Indonesia merupakan negara yang berdaulat, sumpah pemuda masih menjiwai kehidupan Indonesia, nilai moral yang dapat dijunjung dapat membuat kita membuktikan bahwa kita bertumpah darah yang sama yaitu darah Indonesia, mengaku berbangsa Indonesia dan menjunjung Bahasa persatuan yaitu Bahasa Indonesia. Lihat Humaniora Selengkapnya
Mengajarkancinta Tanah Air perlu dengan cara yang menyenangkan dan kreatif terutama untuk remaja agar tidak berasa terpaksa dan rasa cinta itu benar-benar tumbuh. "Untuk remaja tentu caranya perlu lebih kreatif misalnya mengunakan baju tradisional dengan nuansa modern, mengajak wisata dan menumbuhkan kreativitas anak dari produk dalam negeri Jakarta, NU Online Penyair asal Sumenep, KH D Zawawi Imron menyebut bahwa kemerdekaan merupakan kehormatan bangsa Indonesia. Menurutnya ada beberapa alasan untuk mencintai tanah air. Di antaranya karena setiap hari meminum air dari tanah Indonesia dan kemudian menjadi darah yang mengalir di tubuh. "Kita makan beras, buah-buahan, dan ikan Indonesia lalu menjadi daging. Kita menghirup udara Indonesia yang menjadi nafas kita. Kita semua bersujud di atas bumi Indonesia yang berarti Indonesia adalah sajadah tempat kita bersujud kepada Allah," terang Kiai Zawawi dalam Istighotsah dan Doa Bersama yang digelar PT Telkomsel dan Majelis Telkomsel Taqwa MTT, pada 20 Agustus 2021 lalu. Selain itu, alasan lain yang menjadi alasan untuk mencintai tanah air Indonesia adalah karena ketika mati akan tidur dalam pelukan bumi Indonesia. Daging yang kelak membusuk itu akan kembali bersatu dengan tanah Indonesia. "Maka tidak ada alasan untuk tidak cinta kepada tanah air dan bangsa Indonesia," tegas kiai berjuluk 'Penyair Celurit Emas' kelahiran 1 Januari 1945 itu. Ia juga menyebut bahwa tanah air Indonesia merupakan ibu, sehingga siapa pun yang cinta kepada sang ibu agar tidak mengisinya dengan dosa, maksiat, permusuhan, kebencian, dan adu domba. "Tanah air Indonesia juga adalah sajadah kita. Siapa mencintainya harus menanaminya dengan benih-benih keimanan, ketakwaan, kemakmuran, kesuburan, dan kreativitas. Tanah air Indonesia adalah sajadah kita, tempat kita bersujud kepada Allah. Inilah tanah air milik kita yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945," tegas Kiai Zawawi. Lebih lanjut, dikatakan bahwa para pejuang kemerdekaan banyak yang gugur di medan perang. Kiai Zawawi menyebutnya sebagai syuhada. Merekalah pahlawan yang menginginkan bangsa Indonesia hidup sekalipun harus mati dan tidak sempat menikmati kemerdekaan. "Jenderal Sudirman, tidak sempat menikmati kemerdekaan. KH Hasyim Asy’ari yang memperjuangkan resolusi jihad tidak sempat menikmati kemerdekaan. Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol, Pattimura, dan Teuku Umar, tidak sempat menikmati kemerdekaan," terangnya. Karena itu, Kiai Zawawi mengajak masyarakat Indonesia untuk sama-sama mendoakan para pahlawan yang telah gugur terlebih dulu dan tidak sempat merasakan kenikmatan kemerdekaan. Namun, mereka meninggalkan warisan berupa NKRI dan bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia saat ini. "Kita punya tugas mensyukuri kemerdekaan, mengakui jasa para pahlawan, sekaligus mendoakan para pahlawan. Semoga para pahlawan itu diberi tempat yang damai di alam barzakh, di alam kuburnya," tutur Kiai Zawawi. Indonesia, negeri potongan surga Kiai Zawawi Imron juga mengatakan Konferensi Islam Asia-Afrika di Bandung, pada 1964, dihadiri oleh utusan dari Mesir yakni Syekh Mahmoud Syaltout. Pada kesempatan itu, Mahmoud mengatakan bahwa negeri Indonesia merupakan kepingan surga. "Kita tahu Mesir itu terdiri dari padang sahara yang luas. Kesuburan hanya terdapat di tepian sungai Nil. Syekh Mahmoud Syaltout, Rektor Al-Azhar, utusan Mesir itu yang negerinya terdiri dari padang sahara tandus, begitu sampai di Indonesia beliau terpesona, kagum terhadap alam Indonesia," kata Kiai Zawawi. Dengan kalimat-kalimat sastra, ia menyebut bahwa Syekh Mahmoud ketika itu menyaksikan alam Indonesia berupa gunung biru berselendang awan, hamparan padi menguning yang di atasnya burung-burung kecil menyanyikan keagungan Tuhan. Kemudian di tepi-tepi laut ada pemandangan buih-buih putih sedang berkejaran untuk menciumi bibir pantai. Sementara di beberapa pantai lain, ada daun nyiur melambai yang mengucapkan d selamat datang kepada para pahlawan, yakni para nelayan yang membawa ikan dari laut. "Syekh Mahmoud Syaltout kagum dan terpesona terhadap keindahan alam Indonesia sehingga beliau berucap kepada Presiden Soekarno, Indonesia adalah potongan surga yang diturunkan Allah ke bumi. Subhanallah, orang lain mengakui keindahan negeri kita," terang Kiai Zawawi. Menurutnya, kalau ingin alam Indonesia tetap subur, makmur, dan indah maka harus diurus oleh hati serta budi pekerti yang juga indah. Tugas bangsa Indonesia saat ini adalah merias tanah air Indonesia dengan amal shaleh dan ketakwaan kepada Allah. "Kalau Indonesia yang indah ini diurus oleh hati yang tidak indah, akhlak yang tidak indah, maka alam Indonesia akan rusak," pungkasnya. Pewarta Aru Lego Triono Editor Kendi SetiawanPortalMaduraCom, Sumenep - Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 2018 di halaman Kantor Bupati setempat, Sabtu (10/11/2018).. Dalam sambutannya, Bupati Sumenep, A. Busyro Karim menyampaikan, peringatan Hari Pahlawan yang digelar setiap tanggal 10 November ini untuk memperkuat nilai-nilai kepahlawanan dan memperkuat cintaMartin Aleida lahir di Tanjung Balai, Asahan, Sumatera Utara, 31 Desember 1943. Penulis yang lebih dari lima puluh tahun usianya dihabiskan di Jakarta sebagai penulis, wartawan dan mahasiswa. Pada bulan juni 2017 cerpen beliau terpilih menjadi yang terbaik dalam penghargaan cerpen kompas 2016. Cerpen itu berjudul “Tanah Air”.Tanah Air yang Hilang, banyaknya warga Negara Indonesia yang terpaksa harus meninggalkan tanah air dan tidak bisa kembali lagi. Bukan karena tidak mau, tetapi semua harus diterima sesuai dengan kenyataan. Mereka sudah menjadi warga Negara lain, tetapi Indonesia tetaplah tanah air mendapat suaka di Negara baru, mereka lega. Ketika pulang ke Indonesia, mereka menggunakan paspor Negara lain. Pada sebentuk hati yang sudah berpuluh tahun kehilangan tanah air, tanpa paspor yang dulu dipegang ketika meninggalkan Indonesia, pulang adalah herois yang datang berulang-ulang sampai akhir hayat.“Kami tak punya kewarganegaraan. Inilah nasib yang kita tidak nyana. Padahal posisi kita jelas. Kita setia dan cinta tanah air dengan tujuan kembali ke Indonesia untuk menyumbangkan sesuai dengan kemampuan masing-masing bagi kemajuan Indonesia”.“Tujuan kami Indonesia, Bung! Bukan Belanda! Pulang untuk membangun Indonesia. Kami akhirnya tinggal di sini karena situasi yang tidak memungkinkan kami pulang pada waktu itu”.Mereka bukan Diaspora yang menerima paspor dengan kemegahan. Melainkan orang-orang yang haknya atas sebuah tanah air telah dirampas. Mereka berkelana menyebrangi berbagai batas Negara dalam ketakutan. Tanpa paspor, untuk menghindari pengejaran yang dilancarkan oleh sebuah rezim yang bertahta berdasawarsa yang lenyap tanah airnya, sebagai satu fenomena Indonesia, sudah lama Martin ketahui. Jauh sebelum Gus Dur menggambarkan mereka sebagai orang-orang “klayaban” yang mengembara diberbagai Negara Eropa Ini mengumpulkan cerita 19 orang Indonesia yang terpaksa kehilangan tanah air dan tinggal diberbagai sudut Eropa. Mereka berkelana menyebrangi berbagai batas Negara dalam ketakutan, tanpa paspor, untuk mengindari pengejaran yang dilancarkan oleh sebuah rezim yang bertahta berdasawarsa yang sangat menarik, bahwa masih banyak orang yang cinta tanah air Indonesia namun harus menerap di Negara lain, bahkan mereka kehilangan tanah airnya. Bukan karena mereka tidak ingin pulang, namun saat itu menetap di Negara lain adalah satu-satunya jalan hidup yang harus mereka tanah airmu – Indonesia! karena kamu termasuk orang yang lebih beruntung daripada mereka yang harus kehilangan tanah air mereka sendiri. 1 Cinta Tanah Air. Islam memandang rasa cinta terhadap tanah air adalah tabiat semua manusia. Hal itu tergambar jelas pada ayat al-Quran yang berbunyi: وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ أَنِ ٱقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ أَوِ ٱخْرُجُوا۟ مِن دِيَٰرِكُم مَّا ilustrasi lomba menulis Indonesia Tetap Tanah AirkuOleh Nabila FahiraAssalamu’alaikum teman-teman perkenalkan namaku Aria. Aku sedang sekolah SD di Jepang. Sahabatku bernama Ayako. Aku dari TK sudah ada di Jepang. Aku asli Indonesia. Ya saat peperangan terjadi antara Indonesia dan Jepang, aku ada di Jepang. Aku tidak diberitahu tentang itu. Ah sedih sekali aku tidak membela Negara sendiri. Padahal Indonesia sudah menjadi kenangan lahir ku. Sementara Ayako berusaha menyembunyikannya.“halo Aria, em… kok masam gitu mukanya?’’ tanya Ayako.“Ayako, em… 17 Agustus tahun ini aku mau rayain di Indonesia bersama keluarga ku’’ ucapnya.“em.... kalau memang mau ke negaramu, ya tidak apa apa’’ jawab Ayako.“huh, udah lama di jepang masih mau ke negaramu’’ ucap Elisha.“jangan di masukkan ke hati ya, dia bukan asli Jepang’’ ucap Ayako.“ya tidak apa-apa’’ ucapku.“kamu udah lama di Jepang ya jangan balik lagi dong, tanah airmu itu Jepang’’ ucap Elisha yang asli di perhatikan, jangan di contoh hanya untuk adegan tertentu.“em… mungkin dia malu karena Negara nya kalah’’ ucap Ayako bercanda.“jangan begitu dong’’ ucapku.“gak ada, kamu harus tetap di Jepang’’ ucap Elisha.“aku enggak mau, tanah airku Indonesia, aku cinta Indonesia’’ ucap segera keluar dari kelas. Aku lebih senang di kampung. Seperti lirik lagu tanah banyak… negri kujalani Yang mansyur…. Permai di kata orang…Tetapi kampung…dan rumahku… Di sanalah ku rasa senang…..Yuk bela NegaraOleh Nabila FahiraAssalamu’alaikum namaku Glasdan. Ingat ya aku perempuan. Kali ini aku ingin bilang cara membela Negara kita dengan Allahuakbar azan subuh berkumandang. Aku segera bangun dari tempat tidurku. Setelah shalat aku memakai baju yang sesuai. Seperti batik. Lalu aku pergi ke sekolah. Tiba tiba ada orang buang sampah. Aku aku melihat orang membakar sampah. Aku langsung menggelengkan kepala. Setelah orang itu pergi aku mengubur sampah itu agar tidak mengganggu perjalanan aku melihat ada orang yang di bully.“jangan membuli orang’’ ucapku yang mem-bully langsung pergi.“terima kasih ya..’’ucap setelah aku pulang aku segera membaca buku, dan belajar. Gitu deh ceritanya. Em… jadi cara cara bela Negara ada di bawah ini ya…1. Disiplin2. Jangan membuang sampah sembarangan3. Jangan membakar sampah4. Selesai membakar sampah sebaiknya di kubur agar tidak mengganggu orang5. Jangan menyakiti orang6. Raihlah dia beberapa tips dariku. Semangat ya membela Negara kita. Terus menghargai keragaman kita. Wassalamu’ 17 AgustusOleh Nabila FahiraAssalamu’alaikum teman teman. Apa kabar. Masih sehat kan. Perkenalkan namaku ….Maisa. “kakak, bentar lagi 17 Agustus loh, kakak enggak buat lomba?’’ tanyaku di kamar kak Ray {kakak laki laki kandungku}.“ada kok, kamu mau daftar?’’ tanya kakak Ray balik. “iya kak Ray’’ jawabku. “mau daftar yang mana?’’ tanya kak Ray. “semuanya’’ jawabku. “oke deh, besok jangan lupa datang ke lapangan ya…’’ pesan kak mengangguk senang. Besoknya aku segera ke lapangan. “okelah anak-anak hari ini kita akan lomba, pecahkan balon, lomba lompat karung. Tarik tambang kelereng dan masih banyak lagi’’ ucap panitia. Aku pun mengerjakan semua lomba. Seru sekali loh. Apalagi saat lompat karung. Aku jatuh hingga 2 kali loh. Aku menang di lomba tarik tambang dan juga pecahkan balon. Tahun ini aku kurang situ aja ceritaku. Assalamu’ ulang tahun Indonesia yang ke Negara melalui Media SosialOleh Aisha Zahida MarthunisSeorang anak perempuan bernama Asiyah sedang duduk termenung di teras sekolah. Khadijah sahabat Asiyah menghampiri Asiyah yang sedang melamun sejak tadi pagi.“Assalamualaikum Asiyah” ucap Khadijah yang membuat Asiyah terkejut mendengar nya. “Waalaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh” jawab Asiyah dengan terkejut. “Apa yang sedang kamu pikirkan? dari tadi aku lihat kamu seperti memikirkan sesuatu deh, hayo lagi mikirin apa?” tanya Khadijah. “Ada sih ,aku sedang memikirkan perjuangan pahlawan kemerdekaan Indonesia. Kan perjuangan menuju kemerdekaan itu gak mudah, tapi banyak yang tidak menghargai jasa mereka” kata Asiyah. “Iya juga sih, bagaimana kalau kita menasehati teman-teman supaya lebih menghormati jasa-jasa pahlawan kita” saran Khadijah.“ Tapi,aku takut mereka tidak mau mendengarkan nasehat kita” kata Asiyah. “Asiyah sahabat ku, kita kan belum tau hasil nya kalau belum mencoba kan?” jawab Khadijah dengan sabar menjelaskan. “Ya udah, kita coba ya Khadijah” kata Asiyah sambil menyetujui saran dari Khadijah. “Nah gitu dong ,itu baru sahabat Khadijah” ucap Khadijah sambil tersenyum pada mereka mencoba menasehati teman teman, tapi teman-teman mereka tidak mendengarkan nasehat mereka. Mereka lebih fokus ke media sosial. Tiba-tiba ide terlintas di kepala Asiyah. Asiyah mengutarakan idenya kepada Khadijah. “Khadijah ,bagaimana kalau kita buat media sosial juga” kata Asiyah. “Yah..semangat Asiyah kurang deh untuk nasehatin teman-teman” ucap Khadijah dengan sedih. “Jangan su’udhon deh! kan aku baru mau kasih saran, Khadijah sahabat ku” kata Asiyah sambil yang baru berprasangka buruk kepada Asiyah pun mulai beristighfar dan mulai melemparkan senyum kepada Asiyah. Khadijah sangat yakin kepada Asiyah bahwa dia bisa menemukan solusi yang lebih cemerlang. Walaupun Khadijah sempat suudhon kepada Asiyah.“Jadi apa rencana mu wahai Asiyah?” tanya Khadijah. “Begini kita buat akun instagram untuk kita berdua, kan teman teman pada liat instagram semua kan? terus caption-nya itu tentang perjuangan pahlawan, gimana Khadijah?” saran Asiyah mengutarakan idenya. “Ok, tapi nanti kalau gak berhasil gimana?” tanya Khadijah lagi. “Sesuai dengan yang kamu bilang tadi sama aku. kan kita gak tau hasil nya jika belum mencoba iya gak?” jawab Asiyah. “Oiya aku lupa, hehehe” kata Khadijah sambil ketawa sama jam masuk pelajaran pun tiba dan mereka belajar dengan perasaan yang gembira karena mereka telah menemukan solusinya hingga jam setengah dua belas siang. Karena hari ini hari Jumat sekolah Asiyah dan Khadijah hanya belajar sampai setengah dua belas siang saja. “Khadijah,mampir ke rumah ku yuk!”ajak Asiyah. “Yuk!” jawab Khadijah “Nanti dirumah ku kita buat deh akun instagram nya ,gimana?”usul Asiyah. “Setuju!” jawab Khadijah menyetujui usul di rumah Asiyah. Asiyah mengucapkan salam dan menyalami uminya. Khadijah pun melakukan hal yang sama. Kemudian Asiyah mengajak Khadijah ke kamarnya untuk merencanakan apa yang akan mereka buat di instagram. Umi Asiyah mengintip dari jendela dan melihat mereka sedang asyik sekali mengobrol. Umi pun menghampiri mereka yang sedang mengobrol. “Wah kalian ngobrol apa sih? kok dari tadi umi lihat asyik sekali ngobrol nya” Tanya umi “Gini umi, Asiyah dan Khadijah itu mau membela negara lewat media sosial “ jawab Asiyah“ Maksudnya?” tanya umi lagi “Sekarang banyak yang tidak menghargai jasa pahlawan kita. Jadi kami berniat menasehati mereka lewat instagram. Soalnya tadi kami menasehati mereka langsung tapi mereka tidak mendengarkan ,malah mereka lebih fokus ke media sosial seperti instagram . Gitu deh umi cerita nya” kata Asiyah sambil menjelaskan kepada umi. “Oh begitu…bagaimana kalau kalian buat instagram lewat akun instagram umi aja. Kan umi tidak perlu instagram lagi, jadi bisa kalian gunakan deh “ kata umi “Oiya …kawan kawan Asiyah juga pada follow umi kan?” sahut AsiyahAkhirnya Asiyah dan Khadijah pun mengganti nama akun umi Asiyah menjadi nama singkatan dari nama mereka berdua. tapi itu gak beneran ya teman teman.Setelah selesai mereka mulai mengupload video tentang perjuangan pahlawan kemerdekaan Indonesia dan caption-nya membuat teman-teman mereka tersentuh dan tersadar bahwa mereka tidak pernah menghargai jasa-jasa pahlawan. Pada hari Senin, saat upacara tidak ada lagi yang berbicara saat berlangsungnya upacara. Asiyah melihat perubahan teman-teman nya itu dan segera mengucapkan rasa syukur kepada Allah yang telah membuka hati teman-teman mereka. Setelah itu Asiyah mengancungkan jempol kepada Khadijah sebagai tanda bahwa rencana mereka telah yang dapat kita ambil dari cerita ini adalah 1. Selalu menghargai jasa pahlawan kemerdekaan Indonesia2. Jangan mudah berputus asa terhadap masalah sampai kalian menemukan jalan telah membaca cerita ini, semoga Si Anak MiskinOleh Nabiel Javier RahmanNamaku Zaki. Aku kelas lima SD, nama sekolahku Nurul Mudayah. Aku tinggal di daerah Peuniti, Banda Aceh. Sejak kecil aku kesusahan dan menderita karena ibuku tidak memiliki uang dan kami adalah orang yang sangat miskin. Aku bersekolah di tempat yang sangat jauh. Setiap hari aku naik sepeda ke Sekolah. Pagi buta sekali, sekitar jam lima pagi aku harus berangkat agar tidak seorang penjual bakso dan ayahku sudah lama meninggal, saat aku kelas dua SD. Sejak saat itu, ibuku selalu bekerja setiap harinya tanpa mengeluh. Ia bahkan mengeluarkan uangnya demi aku agar mendapatkan pendidikan dan berharap menjadi orang yang sukses dikemudian hari sekolah aku sering diejek sebagian teman karena aku miskin. Mereka melihat penampilanku yang tidak memiliki peci, kaos kaki yang sobek dan sepatu kotor karena telah terlalu lama dipakai terus. Saat pergi ke kantin seperti biasa teman-temanku itu terus menjauhiku, padahal aku termasuk anak yang rajin dan cerdas di sekolah. Setiap ada pekerjaan rumah PR, biasanya mereka mengambil paksa bukuku ketika guru tidak ada. Aku ingin sekali membalasnya, tapi ibuku pernah berkata bahwa orang yang paling kuat itu adalah orang yang dapat menahan amarahnya. Aku sebenarnya ingin memberi tahu persoalanku kepada guru, tapi aku tidak berani karena khawatir teman-teman akan di sekolah ada informasi tentang lomba puisi dan cerpen oleh penerbit buku di Jakarta. Aku ingin mengikuti dua-duanya lomba itu sebab pemenang puisi akan mendapatkan uang sebesar lima juta rupiah dan cerpen sebesar tujuh juta rupiah. Keinginanku tiba-tiba menguap, saat teringat bahwa aku tidak mempunyai laptop. Aku sedih dan menceritakan pada ibu. “Ibu akan membeli laptop untuk Zaki karena ibu percaya padamu,” kata ibuku yang begitu semangat melihat aku giat belajar. Aku tak tahu dari mana ibu akan mendapatkan harinya sebuah laptop yang terlihat tidak baru sudah berada di kamarku. Aku terkejut sekaligus sangat bahagia dan mengucapkan terima kasih kepada ibu dan langsung memeluknya. Kami berdua saling berangkulan dan menangis bersama. Aku melihat jari yang di sana biasanya ada cincin emas yang diberikan oleh almarhum Ayah. Rupanya ibu menjual cincin emas tersebut. Perasaanku bercampur aduk antara senang dan saat itu aku bertekad untuk mendaftar dan memenangkan perlombaan puisi dan cerpen itu. Aku semakin bersemangat belajar. Semangat dan tekadku tidak selalu berjalan mulus. Ada saja kesedihan yang muncul. Pernah saat aku pulang dari sekolah, kutemukan sepedaku kempis. Ini bukan untuk pertama kalinya terjadi. Pasti ulah dari. Terpaksa aku pulang jalan kaki sambil menggiring sepeda dan tentu saja menjadi terlambat tiba di rumah.“Mengapa pulangnya terlambat sayang?” Ibu yang berada depan pintu rumah bertanya padaku. Aku menceritakan semua kejadian di sekolah. Ibu terlihat kesal dan marah. “Ibu akan menelepon orang tua mereka, sikap teman-teman Zaki sudah tidak dapat dibiarkan. Ibu akan menelepon ayah dan ibu mereka agar mereka bisa lebih baik.” “Jangan Bu! Aku tidak apa-apa, mereka hanya anak-anak yang belum mendapatkan hidayah,” ujarku “Tapi…, mereka selalu bersikap tidak baik kepada Zaki!” Tegas ibu dengan geramnya. “Ibu pernah berkata padaku kalau orang yang kuat itu orang yang dapat menahan amarahnya.” Ibuku sangat terharu mendengar jawabanku dan menangis. Ibu berterima kasih kepadaku karena telah hari minggu yang merupakan hari libur sekolah, menjadi kesempatan bagiku untuk membuat dan mengembangkan ide cerpen dan puisi karena deadline-nya tinggal beberapa hari lagi. Aku membuat puisi berjudul Arti Hari Kemerdekaan bagi Seorang Pahlawan. Sementara cerpen yang kubuat berjudul Hari Kemerdekaan bagi Anak berdegup sangat kencang saat mengirimkan naskah puisi dan cerpen tersebut. Dengan membaca basmalah dan berdoa aku berhasil mengirimkan naskah hari kemudian, melalui salah seorang guru di sekolahku memberitahu jika puisi dan cerpenku masuk tahapan final. Aku sangat senang dan semakin dekat menuju impianku. Namun aku menyadari jika perjuanganku belum selesai. Ada banyak kemungkinan yang dapat terjadi termasuk jika aku tidak menang sama puncak acara 17 Agustus, siswa-siswi yang berhasil masuk ke tahapan final diundang datang ke kantor gubernur. Saat pengumuman dari panitia acara adalah saat yang mendebarkan hati. Aku tidak menyangka namanya dipanggil dan harus naik ke atas panggung. Semua orang terlihat bertepuk tangan setelah diketahui aku mendapatkan dua penghargaan yaitu juara satu puisi dan juara satu cerpen. Aku berhak mendapatkan uang tunai 12 juta dari kedua lomba tersebut. Guru-guruku pun bahagia karena aku mengharumkan nama terlihat berkaca-kaca, seakan senyum ibu hadir di hadapanku. Aku berjanji dalam hati akan membelikan cincin emas buat ibu. Sisi hatiku yang lain tiba-tiba berbisik Seandainya ayahku bisa melihat semua ini.’Tetap Indonesia Walau Jauh dari Tanah AirOleh M. Rafi RahmanRiko adalah anak Indonesia yang sedang tinggal dan bersekolah di Jepang. Dia memiliki dua orang teman dekat yang bernama Hideyoshi dan Daici, mereka tetap berteman walau berbeda agama yang dianut. Riko beragama Islam sedangkan Hideyoshi dan Daici beragama Buddha. Riko harus bersekolah di Jepang karena kedua orang tuanya bekerja di sana, Riko duduk di kelas Achi-nensei atau kelas delapan SMP. Riko sudah bersekolah di Jepang sejak masih SD. Riko hanya bisa pulang sekali atau dua kali dalam setahun jika orang tuanya tidak sibuk. Pada tahun ini, orang tua Riko sangat sibuk, sehingga tahun ini mereka tidak pulang ke tanah air. Riko merasa sedih, sebentar lagi akan diperingati hari kemerdekaan Indonesia, biasanya setiap tahun ia sudah kembali ke Indonesia dan membuat perlombaan untuk merayakan hari kemerdekaan di kampung halamannya bersama nenek, kakek dan suatu hari di sekolah, Riko terlihat tidak semangat, dia duduk di atas kursi dan badannya bersender ke arah depan meja, kedua teman dekatnya melihatnya, mereka datang menghampiri Riko. “Kamu kenapa Riko, apa kamu sakit?” Tanya Daici “Aku tidak sakit,” kata Riko “Jadi, mengapa kamu terlihat begitu lemas?” Tanya Hideyoshi “Tahun ini, aku tidak bisa pulang ke Indonesia, orang tuaku sedang sibuk, biasa bulan ini aku sudah di sana, sebentar lagi adalah hari kemerdekaan Indonesia, biasanya aku ikut upacara di lapangan dekat rumahku di sana. Setelah upacara aku ikut lomba, karena tahun ini aku tidak jadi pulang, aku tidak semangat hari ini,” kata Riko dengan nada lemas. “Oh begitu,” jawab Hideyoshi dan Daici serentak, tiba-tiba bel masuk kelas sudah berbunyi semua anak-anak yang sedang bermain di luar langsung bergegas masuk. “Kita sambung lagi di waktu istirahat ya,” kata Hideyoshi. “Baik,” kata saat kemudian, guru mereka masuk ke dalam kelas, semua siswa langsung berdiri dan memberi hormat kepada guru, setelah itu mereka duduk kembali, pelajaran pertama dimulai, suasana kelas menjadi tenang dan hanya terdengar suara guru yang menjelaskan materi pembelajaran. Saat istirahat pun tiba, seluruh siswa langsung menuju kantin, Riko berjalan lambat, teman akrabnya sudah menunggu di kantin. Setibanya di kantin, Riko hanya duduk di meja kantin dengan lemas, dia tidak membeli satu pun makanan, teman akrabnya juga sudah menawari makanan kepadanya, tapi dia menolaknya. “Kamu masih belum semangat ya?” Kata Daici. Riko hanya diam “Tadi kalau tidak salah, ketika di Indonesia, saat peringatan hari kemerdekaan, biasanya kamu mengadakan berbagai perlombaan, bagaimana kalau kita buat perlombaannya di sini?” Usul Hideyoshi memancing Riko. “Boleh,” kata Riko yang tiba-tiba menjadi semangat. “Kamu langsung semangat ya, ayo kita buat perlombaan, kita ajak teman-teman sekelas,” kata Daici. “Ayo!” Jawab Riko dan Hideyoshi. Bel masuk kelas pun tiba-tiba berbunyi, seluruh siswa kembali ke kelas masing-masing untuk mengikuti pembelajaran selanjutnya. Ketika sore, sudah saatnya untuk pulang, Riko, Hideyoshi dan Daici berjalan kaki untuk pulang ke rumah, rumah mereka tidak begitu jauh dari sekolah. Di perjalanan pulang, mereka berbicara agar suasana menjadi seru. “Kita jadikan buat lomba?” Tanya Daici “Jadi,” kata Riko. “Lombanya nanti siapa yang buat?” Tanya Daici lagi “Tenang saja, semua itu urusanku, kalian hanya undang teman sekelas ke rumahku,” kata Riko “Baik akan kami undang, tanggal berapa acaranya?” Tanya Hideyoshi “17 Agustus,” jawab Riko “Dua hari lagi, ya…,” kata Daici. “Iya benar,” kata Riko. Ternyata mereka sudah sampai di rumah Riko, mereka pun berpamitanKeesokan harinya Riko sangat bersemangat ke sekolah, dia langsung membawa kertas berisi formulir pendaftaran untuk lomba yang telah dia buat, sesampainya di sekolah, Riko langsung membagikan kertas tersebut kepada teman-temannya. Di hari itu Riko sangat bersemangat untuk belajar. Sepulangnya dari sekolah, Hideyoshi dan Daici datang ke rumah Riko untuk membantu membuat perlombaan. Mereka akan menjadi panitia di lomba tersebut. Hingga hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, satu persatu teman-teman sekelasnya datang. Setelah semuanya berkumpul, mereka menonton siaran langsung upacara bendera yang ada di Indonesia melalui TV, lalu mereka berdiri untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama sama walau teman-teman Riko tidak mengerti artinya, setelah menonton upacara bendera, mereka langsung memulai perlombaan, mereka semua mengikuti perlombaan dengan ceria, banyak perlombaan yang baru diketahui oleh teman-teman Riko, di akhir perlombaan, Riko, Hideyoshi dan Daici, membaca hasil perlombaan, mereka membagi berbagai macam hadiah kepada teman-temannya, lalu mereka langsung membantu membersihkan area perlombaan bersama-sama. “Wah, ternyata seru juga ya perlombaannya,” kata Daici “Tahun depan, kita buat lagi, tapi di sekolah, undang seluruh kelas di sekolah,” kata Hideyoshi, mereka pun tertawa bersama-sama dengan gembira. Setelah selesai membersihkan area perlombaan, tidak terasa sudah waktunya teman-temannya berpamitan untuk pulang hari tersebut merupakan hari yang menyenangkan bagi Riko. Walau berada Jauh dari Indonesia, Riko masih bisa merasakan hari kemerdekaan di negara lain. Sungguh menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi Perayaan HUT NKRI Ke 75 Dalam Masa Pandemi COVID-19Oleh Anna AlfatunnisaPerayaan ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia hampir tiba, setiap tahunnya akan diadakan upacara bendera untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia, tepatnya tanggal 17 Agustus. Setiap tempat di Indonesia pasti mengadakan upacara bendera dan kegiatan perlombaan 17 Agustus yang meriah. Berbagai macam perlombaan yang diadakan pada hari tersebut, contohnya panjat pinang, balap karung, tarik tambang, dan lainnya. Seluruh masyarakat Indonesia bergotong royong untuk menyiapkan perlombaan dengan sangat meriah. Aku pasti akan mengikuti perlombaan tersebut di sekolah ataupun di desa tempat saat perlombaan itu sangatlah meriah, ramai sekali warga yang mengikuti lomba, jika ramai warga yang ikut maka akan semakin seru. Tidak hanya anak- anak yang mengikuti perlombaan bahkan seluruh anggota keluarga kita juga bisa mengikutinya. Perlombaan yang paling terkenal adalah panjat pinang, karena di pohon pinang tersebut dilumuri banyak oli. Itulah sebabnya ramai sekali yang ikut melihat lomba panjat pinang yang sangat sulit ini. Dari perlombaan panjat pinang ini aku melihat bahwa jika kita berkerja sama sebagai tim maka pekerjaan itu terasa lebih perayaan kemerdekaan negara kita di tahun 2020 ini menjadi sangat berbeda, karena adanya wabah COVID-19. Wabah COVID-19 ini sangatlah berbahaya, karena dapat menyebabkan kematian. Penyebaran COVID-19 terjadi melalui percikan cairan bersin, batuk, dan kontak tangan. Karena itu aku harus menghindari tempat ramai seperti mall, pasar, sekolah dan tempat-tempat wisata lainnya. Pemerintah menyarankan agar kita tetap di rumah saja, tidah boleh keluar rumah jika tidak berkepentingan. Saat keluar aku rumah harus menggunakan masker, dan selalu membawa hand sanitizer. Itulah sebabnya perlombaan 17 Agustus ditiadakan, karena dapat memicu keramaian dan menyebabkan penyebaran COVID-19 semakin meluas. Alhamdulillah teknologi sekarang sudah sangat maju sehingga aku tak harus ketinggalan pembelajaran, karena aku dapat belajar secara online. Saat aku keluar rumah aku harus menggunakan masker, dan aku juga harus mengingatkan ke teman-temanku bahwa menggunakan masker itu sangat penting di masa pandemi berharap kepada seluruh masyarakat Indonesia sadar akan protokol Kesehatan, untuk melindungi diri sendiri dan orang terdekat kita. Aku telah melihat berita bahwa banyak sekali dokter dan perawat yang telah terjangkit virus COVID-19 ini, disebabkan makin minimnya Alat Pelindung Diri APD dalam merawat pasien serta karena kelelahan dalam merawat pasien yang terjangkit virus semakin banyak dari hari ke hari. Aku masih melihat banyak masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan, seperti tidak memakai masker, tidak menjaga jarak , dan tidak mencuci tangan dengan sabun. TentaraPembela Tanah Air dibentuk pada tanggal 3 Oktober 1943. Tentara PETA telah berperan besar dalam Perang Kemerdekaan Indonesia. Beberapa tokoh nasional yang dulunya tergabung dalam PETA antara lain mantan presiden Soeharto dan Jendral Besar Soedirman. Tujuan utama pendirian PETA memang tidak semata-mata untuk menyiapkan Indonesia merdeka.