MuslimSyiah di Nigeria sedang memerangi sebuah ideologi," lanjutnya. Sheikh Zakzaky lantas menyebut senjata yang mereka miliki adalah meningkatkan moral masyarakat, karena ia meyakini Islam akan keluar sebagai pemenang. Selanjutnya, dia mengecam penindasan terhadap rakyat Nigeria dan mengatakan Muslim Syiah di Nigeria meminta keadilan.

Indonesia tengah menjadi target misionaris Syi’ah besar-besaran. Hingga kini banyak pengikutnya berada di berbagai wilayah Indonesia, terutama di Jawa Barat dan Sulawesi Selatan. Jumlah penganut Syiah di Indonesia Ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia IJABI Jalaluddin Rakhmat, pernah mengatakan kisaran jumlah penganut Syiah di Indonesia , “Perkiraan tertinggi, 5 juta orang. Tapi, menurut saya, sekitar 2,5 jiwa,” kata Kang Jalal, sapaan Jalaluddin Rakhmat. Pemeluk Syiah, kata Kang Jalal melanjutkan, sebagian besar ada di Bandung, Makassar, dan Jakarta. Selain itu, ada juga kelompok Syiah di Tegal, Jepara, Pekalongan, dan Semarang; Garut; Bondowoso, Pasuruan, dan Madura. Diperkirakan, kebanyakan dari mereka sedang melakukan taqiyah dalam rangka melindungi diri dari kaum muslimin. Mereka bertaqiyah dalam rangka mengelabuhi kaum muslimin, sehingga bisa menarik simpati banyak orang terhadap syiah. Keterangan selengkapnya bisa anda pelajari di Doktrin Aliran Syiah yang Berbahaya Menurut Ali Muhammad Ash Shalabi, taqiyah dalam Syiah ada empat unsur pokok ajaran; PERTAMA, Menampilkan hal yang berbeda dari apa yang ada dalam hatinya. KEDUA, taqiyah digunakan dalam berinteraksi dengan lawan-lawan Syiah. KETIGA, taqiyah berhubungan dengan perkara agama atau keyakinan yang dianut lawan-lawan syiah. KEEMPAT, digunakan di saat berada dalam kondisi mencemaskan Kemudian, menurut Syaikh Mamduh Farhan Al-Buhairi di Majalah Islam Internasional Qiblati, ciri-ciri pengikut Syi’ah sangat mudah dikenali, kita dapat memperhatikan sejumlah cirri-ciri berikut Mengenakan songkok hitam dengan bentuk tertentu. Tidak seperti songkok yang dikenal umumnya masyarakat Indonesia, songkok mereka seperti songkok orang Arab hanya saja warnanya hitam. Tidak shalat jum’at. Meskipun shalat jum’at bersama jama’ah, tetapi dia langsung berdiri setelah imam mengucapkan salam. Orang-orang akan mengira dia mengerjakan shalat sunnah, padahal dia menyempurnakan shalat Zhuhur empat raka’at, karena pengikut Syi’ah tidak meyakini keabsahan shalat jum’at kecuali bersama Imam yang ma’shum atau wakilnya. Pengikut Syi’ah juga tidak akan mengakhiri shalatnya dengan mengucapkan salam yang dikenal kaum Muslimin, tetapi dengan memukul kedua pahanya beberapa kali. Anda bisa saksikan videonya di Pengikut Syi’ah jarang shalat jama’ah karena mereka tidak mengakui shalat lima waktu, tapi yang mereka yakini hanya tiga waktu saja. Mayoritas pengikut Syi’ah selalu membawa At-Turbah Al-Husainiyah yaitu batu/tanah dari Karbala – redaksi yang digunakan menempatkan kening ketika sujud, bila mereka shalat tidak didekat orang lain. Jika Anda perhatikan caranya berwudhu maka Anda akan dapati bahwa wudhunya sangat aneh, tidak seperti yang dikenal kaum Muslimin. Anda tidak akan mendapatkan penganut Syi’ah hadir dalam kajian dan ceramah Ahlus Sunnah. Anda juga akan melihat penganut Syi’ah banyak-banyak mengingat Ahlul Bait; Ali, Fathimah, Hasan dan Husain radhiyallahu anhum. Dzikir mereka tidak lagi menyebut nama Allah, tapi menyebut nama Husain atau Fatimah atau ahlul bait lainnya. Mereka juga tidak akan menunjukkan penghormatan kepada Abu Bakar, Umar, Utsman, mayoritas sahabat radhiyallahu anhum dan para istri Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Pada bulan Ramadhan penganut Syi’ah tidak langsung berbuka puasa setelah Adzan maghrib; dalam hal ini Syi’ah berkeyakinan seperti Yahudi yaitu berbuka puasa jika bintang-bintang sudah nampak di langit, dengan kata lain mereka berbuka bila benar-benar sudah masuk waktu malam. mereka juga tidak shalat tarwih bersama kaum Muslimin, karena menganggapnya sebagai bid’ah. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk menanam dan menimbulkan fitnah antara satu kelompok kaum muslimin dengan kelompok lainnya, sementara itu mereka mengklaim tidak ada perselisihan antara mereka dengan sunni. Ini tentu tidak benar. Anda tidak akan mendapati seorang penganut Syi’ah memegang dan membaca Al-Qur’an kecuali jarang sekali, itu pun sebagai bentuk taqiyyah kamuflase, karena Al-Qur’an yang benar menurut mereka yaitu al-Qur’an yang berada di tangan al-Mahdi yang ditunggu kedatangannya. Orang Syi’ah tidak berpuasa pada hari Asyura, dia hanya menampilkan kesedihan di hari tersebut. Mereka juga berusaha keras mempengaruhi kaum wanita khususnya para mahasiswi di perguruan tinggi atau di perkampungan sebagai langkah awal untuk memenuhi keinginannya melakukan mut’ah dengan para wanita tersebut bila nantinya mereka menerima agama Syi’ah. Orang-orang Syi’ah juga getol mendakwahi orang-orang tua yang memiliki anak putri, dengan harapan anak putrinya juga ikut menganut Syi’ah sehingga dengan leluasa dia bisa melakukan zina mut’ah dengan wanita tersebut baik dengan sepengetahuan ayahnya ataupun tidak. Pada hakikatnya ketika ada seorang yang ayah yang menerima agama Syi’ah, maka para pengikut Syi’ah yang lain otomatis telah mendapatkan anak gadisnya untuk dimut’ah. Tentunya setelah mereka berhasil meyakinkan bolehnya mut’ah. Semua kemudahan, kelebihan, dan kesenangan terhadap syahwat ini ada dalam diri para pemuda, sehingga dengan mudah para pengikut Syi’ah menjerat mereka bergabung dengan agama Syi’ah. Ciri-ciri mereka sangat banyak. Sekalipun dalam kondisi syiah minoritas, anda sulit untuk menjumpai ciri itu, karena mereka bertaqiyah. Selain yang kami sebutkan di atas masih banyak ciri-ciri lainnya, sehingga tidak mungkin bagi kita untuk menjelaskan semuanya di sini. Namun cara yang paling praktis ialah dengan memperhatikan raut wajah. Wajah mereka merah padam jika Anda mencela Khomeini dan Sistani, tapi bila Anda menghujat Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah dan Hafshah, atau sahabat-sahabat lainnya radhiyallahu anhum tidak ada sedikitpun tanda-tanda kegundahan di wajahnya. Dengan hati yang terang, kaum muslimin Ahlus Sunnah dapat mengenali pengikut Syi’ah dari wajah hitam mereka karena tidak memiliki keberkahan. Jika Anda perhatikan wajah mereka maka Anda akan membuktikan kebenaran penilaian ini, dan inilah hukuman bagi siapa saja yang mencela dan menyepelekan al-Quran dan para sahabat radhiyallahu anhum, serta para ibunda kaum Muslimin yaitu istri-istri Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang dijanjikan surga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita memohon hidayah kepada Allah untuk kita dan mereka semua. Wallahu a’lam. Qiblati/LPPIMakassar/nahimunkar Tentang bagaimana acara sakral Syiah Indonesia, anda bisa saksikan videonya di 🔍 Dukun Menurut Islam, Ruh Setelah Meninggal Sebelum 40 Hari, Hadits Tentang Meminta Maaf, Bentuk Langit Menurut Al Quran, Nama Paman Nabi Muhammad Saw, Hukum Membaca Al Quran KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO CARA SHOLAT, ATAU HUBUNGI +62813 26 3333 28
CiriKhas Syiah yang Sesungguhnya (1) 8 May 2017 2,848 views Orang-orang yang disebut Syiah, ketika disebut demikian, muncul dua hal yang berlawanan dalam batin mereka, yaitu: merasa senang sekaligus tidak merasa senang. MasjidTuha Indrapuri dibangun Sultan Iskandar Muda (1707-1636), sejak 1207 Hijriah atau 1618 Masehi. Atap berbentuk piramida sudah menjadi ciri khas masjid tradisional di Aceh. Dosen senior Sejarah di Universitas Syiah Kuala itu menjelaskan, ketika Istana dalam Kerajaan Aceh Darussalam di Banda Aceh berhasil ditaklukan oleh Belanda CIRICIRI IMAM MAHDI SYIAH (DAJJAL) : a.) Undang-Undang Yahudi (keluarga Daud) Syeikh Mufid menyebut bahawa, "Apabila lmam Mahdi muncul ia akan merobohkan masjid al-Haram dan memotong tangan Bani Syaibah kemudian menggantungkannya di Kaabah serta dituliskan kepadanya, mereka inilah pencuri pencuri Kaabah." (al-Mufid, Al-Irsyad. hal. 411
Pengembaraannyadi Timur Tengah dilakukan selama 19 tahun. Beliau berguru pada 26 orang ulama di Medinah dan bertemu dengan 15 orang ahli sufi. BACA: Ramalan Tengku Syiah Kuala di Aceh. Diantara guru-guru dari Syekh Abdurrauf yang terkenal adalah Ahmad Qusyasyi yang merupakan pemimpian Tarikat Syatthariah di dunia Islam pada masa itu.
3 Pengikut Syi'ah juga tidak akan mengakhiri shalatnya dengan mengucapkan salam yang dikenal kaum Muslimin, tetapi dengan memukul kedua pahanya beberapa kali. 4. Pengikut Syi'ah jarang shalat jama'ah karena mereka tidak mengakui shalat lima waktu, tapi yang mereka yakini hanya tiga waktu saja. 5. Mayoritas pengikut Syi'ah selalu
Terkiniid, Jakarta - Sebuah video yang memperlihatkan pendakwah Ustaz Adi Hidayat atau UAH tengah ceramah dan membeberkan ciri shalat Islam Syiah, viral di media sosial. Video UAH beberkan ciri shalat Islam Syiah itu viral usai diunggah pengguna Twitter Ravispa_STB, seperti dilihat pada Senin 7 Februari 2022. Dalam narasi cuitannya, netizen itu meminta warganet beragama Muslim []
Dankaum muslim Ahlussunnah menjadikan terbenamnya matahari (tanpa melihat tanda hilangnya mega merah di sebelah timur) sebagai ciri masuk malam, dan disaat itu juga merupakan waktu untuk berbuka. Berbeda dengan Syiah, sebagaimana yang telah di jelaskan sebelumnya , tanda masuknya malam dan terbenamnya matahari secara sempurna ketika hilangnya
N9rNIKB.
  • 7fcrl0t2b5.pages.dev/333
  • 7fcrl0t2b5.pages.dev/120
  • 7fcrl0t2b5.pages.dev/215
  • 7fcrl0t2b5.pages.dev/392
  • 7fcrl0t2b5.pages.dev/452
  • 7fcrl0t2b5.pages.dev/348
  • 7fcrl0t2b5.pages.dev/465
  • 7fcrl0t2b5.pages.dev/122
  • ciri ciri masjid syiah